Sejarah SMK AHMAD YANI

Sekitar tahun 1967 dan tahun 1968 peminat untuk menjadi siswa STM Negeri Probolinggo cukup banyak, sementara jumlah ruang kelas yang tersedia hanya 4 (empat), dipergunakan pagi dan sore hari. Untuk pagi kegiatan dimulai pk. 07.00 s.d. pk 13.00 WIB, sedangkan kegiatan sore pk 14.00 s.d. pk 21.00 WIB. Dengan daya tampung yang relatif kecil membuat para animo ada yang tidak tertampung.

Beberapa hal juga kami cermati pada setiap pasca penerimaan murid baru STM Negeri Probolinggo waktu itu antara lain :
a.Banyak anak dalam kota yang tidak diterima, karena kalah bersaing dalam hal nilai dibanding anak luar kota.
b.Siswa yang berasal dari dalam kota yang semula memiliki nilai lebih rendah dibanding nilai siswa yang berasal dari luar kota, ternyata mereka tidak kalah pandainya dibanding siswa dari luar kota.
c.Siswa ST Negeri 1 dan ST Negeri 2 Probolinggo yang tidak di terima di STM N tidak bisa masuk ke SMA.

Inilah antara lain yang mengilhami Bapak M. SUKARJO, BSc. mahasiswa ITS yang ikut membantu mengajar di STM N Probolinggo untuk mendirikan STM Swasta. Namun masih banyak menghadapi permasalahan dan tantangan, seperti masih ada dari calon guru yang masih berstatus mahasiswa yang kurang disiplin dalam mengajar, belum mempunyai gedung sendiri, pendanaan dan sebagainya.. Sehingga menurut hemat Bapak Sjamsuddin ada kekhawatiran akan kelanjutannya, kedisiplinan yang kurang terjaga, membuat siswa mentah, yang pada akhirnya justru akan menambah dosa. Akan tetapi pada waktu itu muncullah semangat yang besar, keinginan yang tinggi, serta mereka berjanji akan merawat dan membina dengan baik. Maka atas dasar itu Bapak. Sjamsuddin mau bergabung bersama dalam mendirikan STM Swasta dan Bapak Sjamsuddin mendapat tugas untuk mengelola keuangan (bendahara).

Sehubungan tidak ada satupun dari guru STM Negeri Probolinggo yang berpengalaman mendirikan sekolah swasta, maka selanjutnya mengadakan musyawarah, dan atas usulan Bapak M. Soekarjo perlu menghadirkan Bapak ISKANDAR (Dosen ITS) yang sudah berpengalaman mendirikan sekolah swasta.

Setelah memperoleh penjelasan dan saran serta petunjuk Bapak Iskandar, maka musayawarah menghasilkan beberapa hal antara lain; mempercayakan pendirian sekolah kepada Bapak Soepono dibantu oleh Bapak Sutikno dan Bapak Sjamsuddin.

Akhirnya, tepatnya pada tanggal 2 januari 1969 kami bersepakat untuk mendirikan sekolah teknik swasta yang diberi nama STM AHMAD YANI Probolinggo. Beberapa pertimbangan pemberian nama tersebut, antara lain adalah:
a.Lokasi musyawarah terletak di Jl. Ahmad Yani Probolinggo, (sekarang Jl. Dr. Sutomo 52).
b.Nama Jendral Ahmad Yani (Pahlawan Revolusi) sedang populer.

Menurut aturan yang berlaku, sebuah sekolah swasta harus memiliki Yayasan sebagai pemilik dan pelindung, maka tiga bulan kemudian beberapa orang pendiri menghadap notaris untuk mendapat penetapan sebagai pengurus yayasan. Adapun yang terlibat dalam pendirian STM AHMAD YANI Probolinggo, sekaligus sebagai pengurus yayasan yang pertama yang diberi nama YAYASAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI AHAMAD YANI Probolinggo dan disyahkan oleh Notaris Kanjeng Raden Tumenggung Bumidirdjo pada tanggal 9 April 1969 yang mempunyai kantor di Jl. Suroyo (Mes Perwira Kodim utara Kantor Pos Kota) Probolinggo, dengan saksi Bapak Arijono Kepala ST Negeri 1 Probolinggo dan Bapak Soeprodjo Guru ST Negeri 1 Probolinggo.

Daftar nama pendiri STM AHMAD YANI Kota Probolinggo

 
Nama : SOEPONO
Tempat/Tanggal Lahir :
Jabatan : Ketua
Nama : H. SOETIKNO
Tempat/Tanggal Lahir : Bojonegoro, 30-10-1941
Jabatan : Sekretaris
Nama : H.A. SJAMSUDDIN
Tempat/Tanggal Lahir : Kediri, 24-02-1934
Jabatan : Bendahara
Nama : M. SUKARJO, BSc.
Tempat/Tanggal Lahir :
Jabatan : Anggota
Nama : Ir. H. SOEWADJI
Tempat/Tanggal Lahir : Surabaya, 14 -10- 1942
Jabatan : Anggota
Nama : SHOLICHIN
Tempat/Tanggal Lahir : Malang, 9 Juli 1934
Jabatan : Anggota
Nama : EDUARD IZAAK HAHULY
Tempat/Tanggal Lahir :
Jabatan : Anggota