Change Font Size

Change Screens

Change Layouts

Change Direction

Change Menu Styles

Cpanel
Sunday, 22 January 2012 20:34

Peran Ganda Kepala Sekolah

Written by 
Rate this item
(2 votes)

 

PERAN GANDA KEPALA SEKOLAH: SEBAGAI MANAJER DAN PEMIMPIN

Oleh: WARNOTO, M.Pd
(Kepala SMK Ahmad Yani Probolinggo, alumni UM Malang, UPM dan IAB Malaysia)
Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Tujuan Penulisan:

  1. Untuk mendiskusikan peran ganda kepala sekolah
  2. Untuk menjelaskan kompetensi dasar kepala sekolah
  3. Untuk mengidentifikasi perbedaan manajer dan leader

Kepala sekolah mempunyai dua peran utama, pertama kepala sekolah sebagai manajer pada sekolah, dan kedua sebagai pemimpin institusi sekolah bagi para guru dan tenaga lainnya. Dengan demikian kepala sekolah memerlukan kemampuan dasar atau kompetensi minimal yang mendukung perannya, diantaranya kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial.

KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER DAN PEMIMPIN PENDIDIKAN

"Kepemimpinan" berasal dari kata dasar "pimpin". Pimpin berarti bimbing, pandu atau tunjuk. Memimpin berarti mengarahkan dan memandu mencapai tujuan. Pemimpin berarti orang yang memimpin. Kepemimpinan berarti "kemampuan memimpin" atau "kemampuan sebagai pemimpin, daya seorang pemimpin" . Terkait dengan itu kepala sekolah merupakan pemimpin sekolah yang bertugas memimpin sekolah untuk mencapai tujuan sekolah. Kepala sekolah merupakan jabatan formal bagi pemimpin sebuah sekolah, baik di Taman Kanak-kanak maupun di pendidikan dasar dan menengah. Jabatan tersebut vital bagi keberadaan sekolah, sehingga Davies (1987:43) menyebutkan: “A school principal occupies a key position in the schooling system.” Seorang kepala sekolah menduduki posisi kunci dalam sistim persekolahan.

Di negara-negara maju kepala sekolah mendapat sebutan bermacam-macam. Ada yang menyebut guru kepala (head-teacher atau head-master), kepala sekolah (principal). kepala sekolah yang mengajar (teaching principal), kepala sekolah pensupervisi (supervising principal), direktur (director), administrator (administrator), pemimpin pendidikan (educational leadership)).

Penyebutan yang berbeda ini disebabkan adanya kriteria yang mempersyaratkan kompetensi profesional kekepalasekolahan. Tetapi sebenarnya kompetensi yang harus dimiliki kepala sekolah tersebut dapat dibedakan dalam dua peran utama. Pertama sebagai manajer, kepala sekolah harus mampu bekerja sama dan melalui orang lain dalam organisasi sekolah. Kedua sebagai pemimpin pendidikan, kepala sekolah harus mampu mengkoordinasi dan menggerakkan semua potensi manusia untuk mewujudkan tujuan pendidikan.

Kepala sekolah sebagai manajer pendidikan di sekolah dapat dilihat pada kualitas pendidikan yang diterima di sekolah yang akan menghasilkan kualitas belajar sebagai produk dari keefektifan manajerial kepala sekolah, yang didukung oleh guru dan staff sebagai cerminan keefektifan dan keberhasilan sekolah. Perilaku sebagai manajer terwujud dalam bekerjasama dan melalui guru, tenaga administratif, karyawan dan peserta didik (Mantja, 2007:49). Dengan kata lain kepala sekolah sebagai manajer bertugas mengatur tindakan semua orang di sekolah yang bekerjasama di dalam organisasi sekolah, agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan visi, misi dan tujuan. Kepala sekolah sebagai manajer dapat pula dilihat dari fungsi manajemen itu sendiri, yaitu: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan dan penilaian.

Memang peran kepala sekolah dapat dibedakan sebagai EMASLIM-FM (educator, Manager, administrator, supervisor, leader, innovator, motivator, fasilitator dan mediator). Tetapi peran-peran tersebut dapat diperas menjadi dua yang utama, yaitu sebagai manajer dan sebagai pemimpin (leader). Kepemimpinan menekankan pada renewal and change dan difokuskan pada human interactions untuk mempengaruhi orang lain mencapai tujuan organisasi. Dengan kata lain, peran yang sangat prinsip dari kepala sekolah adalah menyeimbangkan peran gandanya, yakni sebagai manajer dan sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. Dua peran ini merupakan balance dan support antara satu dengan yang lain (Sergiovanni, 1987).

Peran kepala sekolah dalam kepemimpinan adalah kepribadian dan sikap aktifnya dalam mencapai tujuan. Mereka aktif daripada reaktif, membentuk ide daripada menanggapi rutinitas bawahannya. Kepemimpinan kepala sekolah cenderung mempengaruhi perubahan suasana hati, menimbulkan gambaran dan harapan, tetapkan sasaran dan fokuskan pada tujuan yang ditetapkan. Hasil kepemimpinan ini mempengaruhi perubahan cara orang berfikir tentang apa yang dapat diinginkan, dimungkinkan, dan diperlukan (Zaleznick dikutip Sergiovanni, 1987).

Peran manajer (administrasi) dan kepemimpinan kepala sekolah ini sulit dipisahkan, keduanya merupakan komponen yang saling menyeimbangkan. Menurut Sergiovanni (1987) keberhasilan kepala sekolah dalam administrasi dan kepemimpinan memiliki satu arah dan tujuan yaitu perbaikan pengajaran dan pembelajaran peserta didik (the improvement of teaching and learning for students). Tetapi perlu diingat bahwa kepala sekolah harus lebih menonjol manajerialnya dari pada skill mengajarnya, sebab dari kemampuan manajerialnya berpengaruh besar terhadap pemberdayaan (empowerment) guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam mewujudkan tujuan sekolah. Sebab inti kepemimpinan kepala sekolah adalah mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya.

Kompetensi bagi seorang manajer dan pemimpin merupakan potensi untuk menggunakan dan mempengaruhi aktivitas seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan. Kompetensi erat kaitannya dengan manajer atau pemimpin karena kompetensi merupakan alat untuk membantu manajer atau pemimpin mencapai tujuan. Kompetensi sangat penting bagi leadership, sebab kepemimpinan merupakan setiap upaya yang dilakukan untuk mempengaruhi, sedangkan kompetensi sebagai potensi pemimpin untuk mempengaruhi. Kompetensi merupakan sumberdaya yang memungkinkan pemimpin mampu mempengaruhi orang lain.

Dalam kaitannya kepala sekolah sebagai manajer dan leader maka kepala sekolah harus mempunyai kompetensi atau bekal kemampuan minimal agar dapat berperan dengan maksimal sesuai dengan peran gandanya tersebut. Potensi atau bekal kemampuan kepala sekolah tersebut menurut Permendiknas no 13 th 2007 terdiri dari 5 kompetensi yaitu kemanakau susi (kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervise dan sosial). Dengan lima kompetensi itu diharapkan kepala sekolah menjadi terampil secara konseptual, terampil secara teknis dan terampil secara hubungan manusiawi (insani) terhadap orang yang dipimpinnya serta pemangku kepentingan lainnya (stake holders)

PERBEDAAN MANAJER DAN LEADER

Menurut Sergiovanni (1987), peran, tugas, dan fungsi ganda kepala sekolah dibedakan sebagai school manager atau educational leader. Para teoretisi administrasi pendidikan membuat perbedaan antara administration dengan leadership. Peran kepala sekolah dalam manajerial (administrasi) meliputi pertanggungjawaban pada guru dan pekerja lainnya, masing-masing mempunyai tugas yang ditetapkan secara khusus. Tugas kepala sekolah mengkoordinasi, mengarahkan, dan mensuport kerja guru dan staf adalah mencapai tujuan yang telah ditetapkan, mengevaluasi unjuk kerja, memberi sumberdaya yang dibutuhkan, membangun iklim psikologis yang mendukung, melibatkan diri terus menerus dengan orang tua, merencanakan dan menjadwal kegiatan, menertibkan administrasi, menyelesaikan konflik guru, menangani problem siswa, dan membantu yang lain untuk meluruskan perselisihan. Tugas kepala sekolah ini adalah peran administrasi daripada kepemimpinan. Administrasi menurutnya, merujuk pada perilaku rutin yang dikaitkan dengan tugas seseorang /kepala sekolah. Conger dan Kanungo dalam Snowden (2002;70) melengkapinya bahwa motivasi merupakan sangat esensial bagi leader yang tulen, dipadu dengan kemampuan leader untuk membangun kecintaannya terhadap warga sekolah.

Warren Bennis dan Burt Nanus dalam Lunenburg (2004:137) memberikan solusi perbedaan yang cerdas dengan mengatakan ”however, between a manager and a leader: A manager does the thing right; a leader does the right thing”. Artinya bagaimanapun, antara seorang manajer dan pemimpin: seorang manajer melakukan sesuatu dengan benar; seorang pemimpin melakukan yang benar. Manajer itu terkait dengan pelaksanaan kebijakan; dan leader yang merumuskan dan membuat kebijakan. Manajer berpikir istilah pohon; dan leader mempunyai pandangan lebih besar bagi hidupnya pohon dan berurusan dengan hutan. Davies (1987:43) menyebutkan: “A school principal occupies a key position in the schooling system.” Seorang kepala sekolah menduduki posisi kunci dalam sistim persekolahan. Sebagai manajer, kepala sekolah harus mampu bekerja sama dan melalui orang lain dalam organisasi sekolah. Sebagai pemimpin pendidikan kepala sekolah harus mampu mengkoordinasi dan menggerakkan semua potensi manusia untuk mewujudkan tujuan pendidikan.

Perbedaan Manager dan Leader dapat diiktisarkan dalam tabel berikut:

MANAGER FOKUS PADA:

LEADER FOKUS PADA:

1

Tujuan

1

Visi

2

Banyak mengatakan bagaimana dan kapan

2

Banyak menawarkan apa dan mengapa

3

Berpikir dan bertindak jangka pendek

3

Berpikir dan bertindak jangka panjang

4

Organisasi & struktur

4

Manusia

5

Otoriter

5

Demokrasi

6

Perintah

6

Membolehkan

7

Pemeliharaan

7

Pengembangan

8

Kompromi

8

Penantang

9

Peniruan

9

Keaslian

10

Pengadministrasian

10

Inovasi

11

Pengawasan

11

Pengarahan

12

Prosedur

12

Kebijakan

13

Konsistensi

13

Keluwesaan

14

Risiko dihindari

14

Resiko sebagai peluang

15

Bawahan

15

Atasan

16

Manajer yg baik: do things right (efisiensi)

16

Leader yg baik: do the right things (efektivitas)

RUJUKAN

Davies,T.I. 1987,School Organization: A New Synthesis, Pergamon Press, Oxford, London-Edinburgh-New York- Toronto-Sydney-Paris-Braunschweig,

Lunenburg, F.C. & Ornstein, A.C. 2004. Educational Administration Concepts And Practices. Belmont: Waldsworth Thomson Learning.

Mantja,W. 2007. Profesionalisasi Tenaga Kependidikan: Manajemen Pendidikan dan Supervisi Pengajaran. Malang Elang Emas.

Sergiovani,T. J. 1987. The Prcinpalship, A Reflective Practice Perspective. Boston, London, Sydney, Toronto: Ally and Bacon, Inc

Snowden, P.E. & Gorton, R.A. 2002. School Leadership and Administration Important Concepts, Case Studies, & Simulations (6th ed). New York: The McGraw-Hill

Permendiknas no 13 th 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah

 

Last modified on Monday, 05 March 2012 22:03
warnoto, M.Pd

 

Email This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Login to post comments
You are here