Change Font Size

Change Screens

Change Layouts

Change Direction

Change Menu Styles

Cpanel
Wednesday, 22 February 2012 16:46

MENJADI SEORANG KEPALA SEKOLAH

Written by 
Rate this item
(1 Vote)

MENJADI SEORANG KEPALA SEKOLAH

Akhir-akhir ini, kepemimpinan kepala sekolah sedang ramai dibicarakan dan dikembangkan, dan ada paradigma-paradigma baru, standar, dan harapan-harapan bagaimana sosok kepala sekolah yang ideal. Standar kepala sekolah dari suatu negara biasanya didasarkan pada ketetapan lembaga pendidikan, misalnya ISLLC di Amerika Serikat. Di Indonesia dengan permendiknasnya no 13 tahun 2007 dan disusul dengan yang terbaru Permendiknas no 28 tahun 2010 untuk kualifikasi, kompetensi dan regulasinya. Sebagai tindak lanjut pelaksanaannya telah dibentuk Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) di Solo untuk Diklat Penyiapan Calon Kepala Sekolah. Standar Kepala Sekolah dapat juga dilakukan dengan menyampaikan beberapa pertanyaan kepada guru-guru, dengan harapan guru-guru tersebut dapat mengajukan bagaimana standar kepala sekolah yang tepat dan ideal. Para guru biasanya mendeskripsikan kepala sekolah yang ideal didasarkan atas kompleksitas pekerjaan yang dihadapi para guru. Berikut ini ada beberapa pertanyaan yang dapat digunakan sebagai pedoman atau panduan anda dalam pikiran anda tentang menjadi seorang kepala sekolah. Sebagaimana yang ada pada tiap pertanyaan berikut ini, membayangkan tentang anda sendiri misalnya sebagai seorang kepala sekolah.

1. Apakah saya mempunyai kelebihan atau apakah kelebihan itu harus dengan menjadi sorang kepala sekolah?

Kepala sekolah yang baik percaya bahwa dia mempunyai suatu kelebihan yang dapat diandalkan, itu untuk membuat suatu perubahan yang lebih baik bagi sekolahnya. Kepala sekolah yang mempunyai kemauan membuat sesuatu yang beda dan perubahan yang lebih baik harusnya mempunyai dasar tujuan, yaitu keberhasilan peserta didik. Ini penting sebab jangan sampai menjadi kepala sekolah atas dasar gila jabatan dengan jadi pemimpin tapi tidak punya visi dan kompetensi. Kompetensi yang dimaksud adalah ketrampilan konsep, ketrampilan teknis dan ketrampilan hubungan manusiawi (insani).

2. Apakah saya mencintai para guru dan peserta didik?

Dapatkah saya bekerja bersama mereka dengan baik? Apakah saya nyaman bekerja dengan semua pemangku kepentingan (stake holders) dalam proses pengajaran-pembelajaran? Apakah saya dapat melakukan dengan baik meskipun tidak mendelegasikan kepada guru-guru dan tenaga kependidikan lainnya, dan dapat memperbaiki pembelajaran dan keberhasilan peserta didik di sekolah saya?

3. Apakah saya mempunyai etos kerja yang kuat dan suka tantangan?

Menjadi seorang pemimpin sekolah memerlukan sebuah komitmen terhadap waktu. Maksudnya harus mau pulang dari sekolah paling akhir dibanding guru dan tenaga kependidikan lainnya. Menjadi seorang kepala sekolah bukan hanya sebuah peran, tetapi melibatkan banyak waktu dalam rutinitas sekolah. Apakah saya rela menginvestasikan atau membaktikan banyak waktu untuk sekolah?

4. Apakah saya selalu terus menerus mengajak dan mendorong perbaikan dan kemajuan sekolah?

Sebagai administrator yang efektif tercermin pada kerja dia dan ditunjukkan oleh upaya terus menerus untuk belajar dari pengalamannya dan mengembangkan tindakan profesionalnya. Bukan hanya bekerja secara konstan mencari cara perbaikan apa yang dia lakukan, tapi dia juga mendorong orang lain bersamanya.

5. Apakah saya tahu bagaimana cara menyelesaikan konflik?

Sebagai pemimpin sekolah, anda harus akrab dengan konflik yang timbul diantara warga sekolah: guru, peserta didik, orang tua siswa, dan sebagainya. Kepala sekolah perlu menjaga hubungan kerja yang baik diantara warga sekolah yang terlibat. Anda harus terjun dengan ketrampilan sebagai pendengar yang efektif, ketrampilan seni mendamaikan, fleksibel dalam berpikir dan memberi hukuman (punishment), dan sadar bahwa masalah yang muncul perlu dipecahkan secara memuaskan.

6. Apakah saya mempunyai komitmen terhadap masyarakat?

Kepala sekolah yang efektif membangun hubungan dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam membantu sekolah mewujudkan tujuannya. Kepala sekolah mengadakan hubungan yang kuat dengan wali murid dan berupaya melibatkan mereka secara aktif dalam pendidikan putranya. Kepala sekolah harus sering berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat khususnya institusi lain dan orang tua siswa, dan berupaya mencari dukungan mewujudkan tujuan sekolah, yaitu kesuksesan semua peserta didik.

7. Apakah saya mempunyai ketrampilan manajemen dan organisasi dalam menciptakan budaya sekolah yang positif, yang bernilai bagi pengajaran-pembelajaran?

Kepala sekolah yang efektif menciptakan budaya sekolah yang positif, yang bermanfaat bagi pengajaran-pembelajaran. Untuk implementasinya kepala sekolah seharusnya mempunyai ketrampilan-ketrampilan itu untuk mendukung yang lain mencapai kesuksesan. Dukungan untuk guru bukan hanya melibatkan dan menyediakan sumber daya bagi pengajaran dan penelitian tindakan, tapi pujian, pengakuan dan dorongan. Untuk siswa, diperlukan kesempatan untuk membantu mereka mengembangkan disiplin diri dan sikap belajar sepanjang hayat , artinya tetuang dalam kebijakan dan prosedur, yang mendorong pembelajaran termotivasi dari diri sendiri.

8. Apakah saya mempunyai selera humor?

Sebagai pemimpin sekolah, anda perlu bukan hanya untuk mengembangkan senyum dipermukaan (lips service) saja, tapi kemampuan tertawa sendiri di tengah situasi yang sulit. Peran kepala sekolah menuntut keberadaanya baik dalam tertekan dan riang. Sebagai seorang pemimpin, anda perlu mampu menangkap pandangan anda dan bukan mengambil peran anda atau posisi jabatan. Kemampuan untuk tersenyum dan melihat humor dalam kerumitan tiap hari akan membantu anda survive terhadap setres atau krisis.

Sekarang, anda telah membaca pertanyaan-pertanyaan ini, mulailah dengan perkembangan profesional anda dengan memberi respon setiap pertanyaan. Secara periodik baca ulang pertanyaan-pertanyaan itu, catat dan perkirakan anda sendiri berada pada skala berapa pada masing-masing pertanyaan tersebut (menjadi daftar persiapan kerja anda). Kemudian punyakah nilai-nilai yang diubah? Mengapa? Mengapa tidak? Hasil nilai anda sendiri itu merupakan sebuah upaya untuk menentukan persepsi anda terhadap apakah anda adalah seorang pemimpin sekolah yang baik? Dan pada tingkatan dimana anda berada? Responlah pertanyaan tersebut dengan cara dan sikap yang pantas , dan seterusnya.

Oleh: WARNOTO, M.Pd (Kepala SMK Ahmad Yani Probolinggo, alumni UM Malang, UPM dan IAB Malaysia)

 

 

Last modified on Friday, 31 May 2013 10:44
Login to post comments
You are here